Label

Senin, 25 Maret 2013

Memperbaiki mesin cuci merek toshiba


*benda yang ada di atas mesin cuci tersebut adalah kondensor yang terbakar*

Sebagai ibu rumah tangga, adanya mesin cuci akan sangat membantu pekerjaan, terutama dengan adanya mesin cuci maka bisa melakukan multitasking. Kami menggunakan mesin cuci bukaan atas merk Toshiba dengan kode AW 1050S.
Suatu ketika tiba-tiba mesin cuci tidak bisa mencuci, mesin cuci tersebut mengisi air terus-menerus dan tidak berhenti walau air limpahan terus tumpah keluar. Seharusnya ketika air sudah mencapai water level yang diinginkan maka, mesin otomatis akan menghentikan aliran air ke dalam tabung mesin cuci dan masuk ke tahap selanjutnya yaitu mesin cuci pun berputar bolak-balik mencuci cucian. Walau tidak bisa digunakan untuk mencuci (tabung berputar bolak-balik) ternyata mesin tersebut masih bisa melakukan tahap spin (tabung berputar searah dengan cepat sambil mengeluarkan air yang tersisa di dalam tabung), untuk mengeringkan cucian. Dengan demikian maka diduga ada masalah di water levelnya. Tetapi ketika dibuka bagian belakang mesin cuci untuk mencari part yang mengatur water level, tidak diketemukan. Maka kamipun pasrah dan menggunakan mesin cuci hanya untuk mengeringkan cucian, dimana disaat cuaca hampir setiap hari mendung dan hujan, hal tersebut sangat membantu. Mencuci pakaianpun dilakukan secara manual menggunakan sikat dan tangan.
Beberapa hari kemudian setelah mengeringkan selama 60 menit, seperti tercium bau terbakar di mesin cuci. Dan keesokan harinya, mesin cuci tak lagi bisa digunakan untuk mengeringkan pakaian. Ketika dioperasikan tombol untuk spin (mengeringkan cucian) hanya terdengar suara mesin berbunyi *ngeng* secara menerus tetapi mesin tidak melakukan spinning (tidak berputar). Mengeringkan pakaian pun dilakukan secara manual, dengan memerasnya menggunakan tangan. Dan Hasilnya butuh minimal 2 hari untuk cucian tersebut kering di cuaca yang hampir setiap hari mendung dan hujan.
Berdasarkan adanya bau terbakar di mesin cuci dan mesin masih menyala ketika dioperasikan tahap spin tetapi mesin tidak spining, maka timbul dugaan bahwa kondensor terbakar. Dengan dugaan tersebut mesin cuci kembali dibongkar, untuk mencari dan melihat kondensor. Dan ternyata benar, kondensor terbakar. Maka dibelilah kondensor baru di toko yang menjual peralatan listrik dan mengganti kondensor yang terbakar dengan yang baru. Kami tidak membeli kondensor resmi mesin cuci tersebut, kami menggunakan kondensor dengan merk berbeda yang biasa digunakan untuk mesin air dan mesin cuci, 16 mikro farad, seharga Rp. 20.000,-. Ketika sedang mengganti kondensor tampak dibagian atas, agak tersembunyi (nyempil), selang air transparan menempel ke tabung mesin cuci dan diduga selang tersebut berfungsi untuk mengatur water lever. Ujung selang tersebut tampak agak kendor dan mengelupas. Maka selang tersebut dirapatkan lagi dan dikokohkan letaknya. Juga kondensor diganti dengan yang baru.
Dan akhirnya, setelah selang pengatur water level dibenarkan kedudukannya, juga kondensor diganti dengan yang baru, dilakukan percobaan untuk melihat apakah mesin cuci dapat digunakan kembali. Dan ternyata mesin cuci dapat digunakan kembali seperti baru. Alhamdulillah ... Huhui ... sekarang kami bisa menatap mendung dan hujan dengan senyuman, karena cucian tidak lagi menjadi masalah.